Penelitian

Implementasi dan Kendala Aplikasi E-Learning di Perguruan Tinggi Kota Bandung dalam Situasi Wabah Covid-19

YANI RAMDANI
Publish : 2020 | -


Virus corona atau COVID-19 kini menjadi wabah yang ditakuti umat manusia karena penyebarannya yang begitu cepat. Coronaviruses telah menyebabkan dua epidemi baru yaitu sindrom pernafasan yang parah atau akut (Sars) di Cina pada bulan April tahun 2002, dan sindrom pernapasan Timur Tengah (Mers) yang dimulai di Arab Saudi pada tahun 2012. Laju pertumbuhan pasien positif COVID-19 di Indonesia terus meningkat. Jika kondisi ini terus terjadi maka akan berdampak pada berbagai sektor seperti ekonomi, sosial, budaya, agama, termasuk pendidikan. Dampak Wabah COVID-19 di dunia pendidikan memaksa lembaga pendidikan untuk melaksanakan pembelajaran melalui E-learning. E-learning dalam pendidikan disediakan secara elektronik melalui internet, jaringan internal (intranet), atau multimedia seperti CD, DVD, dan lainnya. E-learning adalah salah satu model pembelajaran online yang sudah banyak diterapkan di lembaga pendidikan. Implementasi E-learning dapat menggunakan Learning Management System (LMS). LMS adalah aplikasi perangkat lunak untuk administrasi, dokumentasi, pelacakan, dan pelaporan program pelatihan, ruang kelas dan acara online, program e-learning, dan konten pelatihan. Secara umum, E-learning di Indonesia belum dapat dilakukan sepenuhnya karena keterbatasan sarana dan sumber daya untuk melakukan fully online learning. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan kendala penerapan E-learning di Perguruan Tinggi Kota Bandung selama terjadi penyebaran wabah COVID-19. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis korelasi antara kemandirian belajar, kinerja kreatif, kemampuan awal matematika, dan kinerja akademik mahasiswa melalui implementasi E- Learning. (2) menganalisis korelasi antara sikap, self-efficacy, kecemasan dan pengalaman komputer dosen. Faktor-faktor kepribadian seperti sikap, self-efficacy, kecemasan dan pengalaman komputer merupakan faktor-faktor penentu untuk menerima dan menggunakan E-learning di lembaga pendidikan. Penelitian ini akan mengadopsi desain kuantitatif dan menggunakan tes dan angket untuk pengumpulan data dengan penyebaran kepada dosen dan mahasiswa di Kota Bandung. Tes digunakan untuk mengukur kemampuan awal matematika dan performace academic mahasiswa. Angket digunakan untuk mengukur: (1) kemandirian belajar dan kinerja kreatif mahasiswa dan (2) sikap, self-efficacy, kecemasan dan pengalaman komputer dosen. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak SPSS-18 untuk analisis statistik dari komponen pengukuran dan model struktural dari model yang melibatkan variabel: (1) kemandirian belajar, kinerja kreatif, kemampuan awal matematika, dan kinerja akademik mahasiswa dan (2) sikap, self-efficacy, kecemasan dan pengalaman komputer dosen. Karena model hipotesis adalah tipe reflektif maka akan dievaluasi berdasarkan validitas dan reliabilitas serta analisis jalur, koefisien penentuan, ukuran efek, relevansi prediktif dan analisis peta pentingnya-kinerja. Adapun rencana Luaran adalah: (1) Artikel pada Jurnal Terakreditasi Sinta-2 atau Jurnal Intenasional Bereputasi Q3 (Submit Knowledge Management & E-Learning: An International Journal (KM&EL) ISSN 2073-7904); (2) Satu produk iptek-sosbud berupa disain pembelajaran E-learning; (3) HAKI.

Visit Original