Penelitian

Pengembangan dan Pemanfaatan Ekstrak Kaya Ajmalicine Berbasis Green Solvent dari Akar Tapak Dara (Vinca Rosea) dan Daun Kadamba (Mitragyna Speciosa Korth Havil) untuk Penanganan Covid-19

ISLAMUDIN AHMAD;   G ALAM;   ABDUL MUN'IM;   HADI KUNCORO;   ANGGA CIPTA NARSA;   NUR MITA;   M. ARIFUDDIN;   WISNU CAHYO PRABOWO;   RISNA AGUSTINA;  
Publish : 2020 | -


Tujuan umum program kegiatan penelitian dalam proposal ini adalah untuk melakukan pengembangan dan pemanfaatan ekstrak yang kaya ajmalicine berbasis green solvent dari akar tapak dara (Vinca rosea) dan daun Kadamba (Mitragyna speciosa Kort. Havil) untuk penanganan Coronavirus Diseases 2019 (COVID-19). Penelitian ini dilatarbelakangi dengan kondisi dunia global saat ini, munculnya wabah pandemi COVID-19 yang disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome coronvirus 2 (SARS-CoV-2) yang hingga saat ini belum ditemukan vaksin dan obatnya. Penelitian ini merupakan kelanjutan serangkaian kegiatan penelitian kami tentang skrining senyawa potensi penghambatan reseptor protease utama dari SARS-CoV-2 secara in silico molecular docking sejak februari 2020 hingga sekarang. Pada penelitian tersebut diketahui bahwa senyawa ajmalicine dan mitrajavine memiliki potensi kuat sebagai penghambat reseptor protease utama SARS-CoV-2 bahkan lebih kuat dibandingkan dengan lapinovir (ligan asli reseptor). Oleh karena itu, sangat perlu untuk dilanjutkan pada tahap uji aktivitas antivirus secara in vitro dan in vivo agar dapat digunakan untuk penanganan COVID-19. Senyawa ajmalicine dan mitrajavine merupakan senyawa bahan alam yang memiliki struktur yang hampir sama, namun berbeda pada posisi gugus atom hidrogennya. Selain itu juga, ajmalicine ditemukan pada akar V. rosea dan daun M. speciosa, sedangkan mitrajavine hanya ditemukan di daun M. speciosa dan relative kurang stabil dibandingkan ajmalicine. Kedua tumbuhan tersebut dapat dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku ajmalicine. Namun, karena senyawa tersebut merupakan senyawa minor, maka perlu dikembangkan metode ekstraksi untuk pengayaan senyawa dalam ekstrak dengan target minimal terdapat 0,4% kadar ajmalicine. Selain itu, penggunaan pelarut organik untuk mengekstraksi sangat ketat untuk dapat digunakan karena toksisitasnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengembangan metode ekstraksi menggunakan green solvent yaitu natural deep eutectic solvent (NADES). NADES merupakan pelarut alternatif yang terus kami kembangkan karena memiliki sifat yang berlawanan dengan pelarut organik yang toksik, mudah menguap, mudah terbakar, dan tidak ramah lingkungan. Selain itu, NADES merupakan foodgrade sehingga aman untuk dikonsumsi dan selektif, karena komposisinya dapat menyesuaikan dengan sifat fisika kimia senyawa target. Pada penelitian ini, direncanakan akan dilakukan dua tahap, yaitu tahap pertama (tahun ke-1) meliputi (1) optimasi metode ekstraksi dengan berbagai komposisi pelarut NADES menggunakan response surface methodology (RSM) untuk memperoleh ekstrak kaya ajmalicine; (2) analisis pengaruh metode ekstraksi meliputi analisis kadar ajmalicine, analisis SEM, dan metabolite profiling; (3) uji aktivitas antivirus SARS-CoV-2 secara in vitro (menggunakan KIT khusus); dan (4) uji aktivitas anti-coronavirus secara in vivo untuk mengetahui aktivitas ekstrak kaya ajmalicine. Tahap kedua (tahun ke-2) meliputi: (1) Perbanyakan/scale-up ekstrak, untuk memperoleh ekstrak terstandar sehingga dapat dibuat dalam bentuk sediaan produk kesehatan; (2) uji toksistas akut dan subkronis secara in vivo untuk memastikan keamanan ekstrak kaya ajmalicine, (3) formulasi dan uji stabilitas sediaan farmasi berbahan aktif ekstrak kaya ajmalicine, dan (4) Uji klinik terbatas produk sediaan farmasi berbahan ekstrak kaya ajmalicine. Secara umum luaran penelitian ini berupa publikasi ilmiah internasional dan paten dalam bentuk metode ekstraksi berbasis green solvent sebagai bentuk inovasi riset, formulasi produk sediaan farmasi untuk penanganan COVID-19 serta uji klinik terbatas pada pasien terinfeksi SARS-CoV-2. Adapun TKT penelitian yang ingin dicapai yaitu TKT 1-6 dengan kegunaan hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan dalam penanganan COVID-19. Penelitian ini juga sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk mendukung percepatan pengembangan industri farmasi dengan mendorong kemandirian dan pengembangan produksi bahan baku obat untuk pemenuhan dalam negeri.

Visit Original