Penelitian

Formula Senyawa Senyawa Isoflavon dan Myricetin dari Ekstrak Kedelai, Ekstrak Teh, dan Ekstrak Jambu Biji Terhadap Infeksi SARS-CoV-2 Secara In Vitro, In vivo, Klinis

DIDIK PRIYANDOKO;   WAHYU WIDOWATI;   MAWAR SUBANGKIT;   Ika Adhani Sholihah;  
Publish : 2020 | -


WHO menyatakan adanya kegawat daruratan permasalahan kesehatan global berdasarkan jumlah kasus novel coronavirus SARS-CoV-2 (coronavirus disease 2019/ COVID-19) yang muncul di berbagai belahan dunia. COVID-19, virus yang awalnya bermula dari Hubei, China pada akhir tahun 2019, kini telah mendampaki 203 negara dengan 940.733 kasus positif, 47.517 orang meninggal, dan 196.214 orang dinyatakan sembuh. Sementara itu di Indonesia sendiri hingga 2 April 2020 telah tercacat 1790 kasus positif dengan 170 kematian Pengobatan antivirus dipadu dengan kortikosteroid sistemik, termasuk inhibitor neuraminidase (oseltamivir, peramivir, zanamivir), ganciclovir, acyclovir, ribavirin, dan methyl prednisolone yang biasa digunakan untuk virus influenza, tidak mempan untuk COVID-19 dan tidak direomendasikan. Obat yang diberikan yang telah terdaftar dan diakui oleh Food Drug Administration (FDA) adalah kombinasi chloroquine dan remdesivir. Pengobatan lainnya adalah dengan ventilator untuk memberikan bantuan pernapasan. Potensi bahan alam terutama pada tanaman yang memiliki kandungan isoflavon dan myricetin diharapkan mampu memperbaiki kondisi patologis tubuh pasca infeksi COVID-19. Tanaman yang memiliki kandungan isoflavon adalah kedelai dan yang memiliki kandungan myricetin adalah teh dan jambu biji. Penelitian dilakukan dalam 3 tahun. Penelitian tahun I meliputi: 1.1). Uji in silico dengan menggunakan molecular docking pada protein ACE2 dan badan sitokin 1.2.) Karakterisasi ekstrak kedelai (EK), ekstrak teh (ET), dan ekstrak jambu biji (EJB); 1.3). Uji sitotoksisitas isoflavon, myricetin, EK, ET, EJB pada rat epithelial cells L2; 1.4.) Uji aktivitas Anti-viral; 1.5). Uji host-response; 1.6). Pembuatan formula kapsul yang berisi 5 sampel isoflavon, myricetin, EK, ET, EJB . Penelitian tahun 2 meliputi : 2.1). Uji in vivo tikus model COVID-19 yang diinduksi rat corona virus dan diberi perlakuan kapsul Deteji; 2.2). Uji kronis/subkronis pada tikus kapsul Deteji; 2.3). Uji stabilitas kapsul Deteji. Penelitian tahun 3 uji meliptui : 3.1) Uji klinis fase 1 pada orang sehat; 3.2). Pendaftaran merk dagang (HKI), pendaftaran BPOM. Luaran penelitian tahun 1 dengan nilai TKT 4 : Seminar Internasional, Submitted paper pada Journal bereputasi, Terdaftar Hak Paten Formula Kapsul Deteji, Produk Kapsul Deteji. Luaran penelitian tahun 2 dengan nilai TKT 7: Seminar Internasional, Submitted paper pada Journal bereputasi, Terdaftar Kapsul Deteji Sebagai Antivirus Secara In Vivo. Luaran penelitian tahun 3: Seminar Internasional, Submitted paper pada Journal bereputasi, Pandaftaran merk dagang kapsul Deteji, Pendaftaran BPOM kapsul Deteji

Visit Original