Penelitian

Propolis Indonesia untuk Infeksi Covid-19

MUHAMAD SAHLAN;   EKA SARI;   SITI FARIDA;   VIVIAN SOETIKNO;   TELLY KAMELIA;   ROBIATUL ADAWIYAH;   ARI ESTUNINGTYAS;   DIAH KARTIKA PRATAMI;  
Publish : 2020 | -


Sebagai akademisi dan peneliti yang turut berpartisipasi dalam mengatasi pandemik Covid-19, salah satu upaya yang dilakukan adalah mengembangkan alternative terapi Covid-19 dengan obat tradisional propolis. Sampai saat ini belum ditemukan senyawa spesifik yang telah teruji untuk menghambat kinerja virus SARS-CoV-2. Propolis asli Indonesia yang dihasilkan oleh lebah Tetragonula biroi aff telah diteliti secara in vitro memiliki potensi untuk menghambat persebaran virus ini karena adanya kandungan sulawesins A dan sulawesins B, serta deoxypodophyllotoxin. Pengujian secara in silico telah memiliki kemampuan untuk menempel pada sel virus seperti inhibitor N3 pada sel virus SARS-CoV-2 pada modelling yang dilakukan pada software Autodock Vina. Penelitian sebelumnya propolis Indonesia memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Pada penyakit akibat infeksi virus menunjukkan terjadi peningkatan reactive oxygen species (ROS), yang berhubungan dengan stress oksidatif. Penggunaan antioksidan dapat meningkatkan system imun serta dapat menganggu lingkungan hidup virus dalam sel tubuh inang. Pada pasien yang terinfeksi SARS-CoV-2 kadar sitokin proinflamasi (IL-6,IL-10 dan TNF-α) melonjak dan akan menurun selama pemulihan. Sehingga penggunaan agen antiinflamasi menjadi alternative untuk menghindari terjadinya lonjakan kadar sitokin (sytokine storm) dalam upaya penanganan COVID-19. Senyawa di dalam propolis dapat bekerja untuk menghasilkan daya tahan tubuh yang lebih kuat dan menekan gejala radang. Aktivitas senyawa dalam propolis sebagai imunomodulator dapat bekerja meningkatkan system daya tahan tubuh secara spesifik maupun non- spesifik. Senyawa di dalam propolis Indonesia berpotensi dapat dikembangkan untuk studi lebih lanjut dalam pengobatan COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui manfaat sediaan mikrokapsul propolis Indonesia melalui aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan imunomodulator untuk menghambat replikasi virus corona dalam tubuh dan meningkatkan respon imun, dan mencegah perburukan penyakit yang progresif akibat infeksi Covid-19. Kegiatan riset ini akan dilaksanakan oleh Tim Peneliti yang merupakan kolaborasi multidisiplin dari berbagai departemen di lingkungan Fakultas Kedokteran UI, Fakultas Teknik UI, Fakultas Farmasi UP, dan Fakultas Teknik UNTIRTA. Kegiatan riset ini juga bekerjasama dengan mitra dari PT Phytochemindo Reksa sebagai industri yang telah memiliki persyaratan CPOTB. Tahapan kegiatan yang dilakukan, pertama memproduksi sediaan mikrokapsul propolis. Kedua, melakukan evaluasi uji toksisitas dan dosis uji. Ketiga, melakukan standardisasi mutu dan keamanan OT propolis sesuai persyaratan obat bahan alam. Keempat, melakukan uji stabilitas produk yang diproduksi skala industri. Kelima, melakukan uji aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan imunomodulator secara preklinik. Tahapan ini akan dilakukan dengan pendanaan dari DISTP UI. Kemudian jika hasilnya baik akan dilanjutkan uji klinis propolis fase 1 dan 2 pada calon subjek yang memenuhi kriteria inklusi sebagai pasien dalam pemantauan (PDP) yang dirawat di RS Islam atau RS UI sebagai lokasi penelitian. Luaran penelitian yang ditargetkan berupa luaran wajib berupa purwarupa produk (TKT 4) kapsul propolis sebagai terapi Covid-19, paten teregistrasi, copy right merk produk teregistrasi, dilengkapi dokumentasi hasil uji klinis sediaan propolis sebagai terapi Covid-19, serta studi kelayakan komersialisasi produk serta luaran tambahan berupa publikasi/artikel jurnal internasional bereputasi,

Visit Original